Sang Permaisuri dan Raksasa Jahat

Sang Permaisuri dan Raksasa Jahat
Alkisah, terdapatlah seorang permaisuri yang sangat cantik jelita, yang kecantikannya mengalahkan apa‐apa yang ada di
bumi dan apa‐apa yang ada di langit, bahkan jumlah bumi dan langitpun tidak dapat mengalahkannya. Putri tersebut adalah
Permaisuri seorang Pangeran yang tampan dan kaya raya, yang berada pada sebuah kerajaan yang sangat luas, bahkan
tidak dapat dibayangkan luasnya. Kerajaan itu sangat makmur dan berlimpah, rakyatnya makmur dan sejahtera. Tetapi di
luar sana, di dalam hutan terdapat seorang raksasa, seorang raksasa yang juga sakti dan memiliki kemampuan terbang,
namun jahat sekali.
Pada suatu hari, tatkala, sang Permaisuri bermain di taman, secara tiba‐tiba datanglah raksasa jahat tersebut menculik sang
Permaisuri, pada saat sang Pangeran sedang mandi.
Sang Pangeran kaget, karena setelah mandi, sang Permaisuri tidak ditemukan, pada saat dipanggil‐panggil sang Pangeran,
tidak ada jawaban dari sang Permaisuri. Sang Pangeran mencari ke kamar, ke taman, ke sekeling istana, dan ke kebunkebun
istana tidak ditemukan. Sang Pangeran juga menanyakan pada para pelayan istana, pada pengawal, dan para
dayang‐dayang, tidak ada yang mengetahui keberadaan Sang Permaisuri. Sang Pangeran mulai bingung dan gelisah, dalam
fikirannya ada apa gerangan yang terjadi.
Sang Pangeran juga menanyakan pada orang tuanya, “Ayahnda, apakah Ayahnda menemukan Permaisuri?” Ayahnda yang
juga Raja, menjawab dengan kaget, ”Apa gerangan Ananda? Bukankah tadi pagi Permaisuri bermain‐main di taman.
Mungkin sedang kelelahan dan beristirahat di bungalow‐bungalow istana bersama para dayang. Cobalah Ananda cari
kembali”.
Pangeran tersebut kembali ke taman, dan berputar‐putar mengelilingi seluruh taman, bahkan sampai beberapa kali, tetapi
kembali dengan wajah yang muram dan kecewa dan sangat gelisah. Apa gerangan yang terjadi, Pangeran mulai curiga.
Apakah Sang Permaisuri terbuang ke dalam sumur, ataukah bunuh diri – tetapi tidak mungkin, karena Sang Permaisuri
sangat mencintainya, sebagaimana Pangeran mencintai Sang Permaisuri”.
Sang Pangeran memerintahkan pegawai kebersihan kerajaan untuk mencari ke dalam telaga dalam taman dan sungaisungai
istana, dan semua pegawai istana turun dengan sepenuh hati mencari, karena melihat Pangeran yang gelisah. Dan
terlebih lagi, karena Permaisuri mereka yang sangat mereka cintai, yang sangat cantik itu. Menurut dugaan Pangeran,
Permaisuri telah mengilang sejak pagi hari – yang pada waktu itu pada saat matahari setinggi setinggi galah.”
Dari kejauhan terdengar suara halus, Pangeran mendengar Permaisuri sedang diculik raksasa itu. Di dengarnya, Sang
Permaisuri ketakutan dan menjerit‐jerit memanggil Pangeran. Pangeran mempunyai kesaktian bisa mendengar dari
kejauhan. “Kakanda, tolong, jemput Adinda”. Sang Permaisuri sangat marah, dan mengatakan bahwa dia adalah Permaisuri
Kerajaan Langit, dan nanti Pangerannya yang gagah berani dan sakti akan menjemputnya dan akan menangkap raksasa itu.
Tetapi raksasa itu malah tidak peduli, karena menganggap apa yang dikatakan Permaisuri tersebut adalah bohong.
Permaisuri semakin ketakutan, karena dibawa ke dalam hutan yang lebat dan ditahan di dalam gua yang gelap. Permaisuri
ditahan oleh raksasa dalam gua yang hanya diterangi oleh sebuah obor. Sang Permaisuri merasa sangat ketakutan.
Sementara, hari mulai malam, karena tampak cahaya dari luar gua mulai hilang, dan terlihat aliran air merembes ke dalam
gua yang menunjukkan bahwa terjadi hujan lebat dan badai di luar sana. Permaisuri mulai merasa lapar, karena sepanjang
hari tidak diberikan makan oleh raksasa. Raksasa yang kejam dan kasar itu tidak memberikannya makan sedikitpun
sepanjang hari, bahkan tidak memberinya minum”. Permaisuri mengeluh kesakitan, karena ada kulitnya yang luka.
Pangeran mengumpulkan seluruh prajurit kerajaan, para jenderal, orang sakti kerajaan dan beberapa sahabat dekatnya.
Pangeran menceritakan apa yang terjadi dan berembuk dengan seluruh pengawal dan para jenderalnya untuk mencari jalan
keluar. Katanya, Permaisuri diculik oleh raksasa, yang dapat diketahui oleh Pangeran dari jeritan tangis Sang Permaisuri.
Pangeran kemudian memerintahkan untuk menggunakan seluruh peralatan dan teknologi yang ada yang tercanggih milik
kerajaan untuk mencari Sang Permaisuri yang diculik raksasa itu. Kemudian para ahli komputer, ahli satelit dan ahli
pemetaan dikumpulkan, termasuk hacker‐hacker istana yang sangat ahli. Juga ahli persandian dikumpulkan. Pangeran
memerintahkan untuk diadakan pelacakan dengan satelit, terutama satelit militer, juga bahkan satelit lingkungan hidup
dapat digunakan bila diperlukan.
Apa daya, sang Permaisuri tidak membawa barang apapun yang bisa terdeteksi oleh gelombang elektromaknetik, apalagi
foto satelit. Para ahli, jenderal dan pasukan kerajaan semakin nsibuk, tetapi tidak menemukan tanda‐tanda yang
menggembirakan, semua terlihat hampa. Wajah mereka tampak muram dan sedih, ada apa yang terjadi bagi negeri ini,
pertanda apakah ini, apakah kehilangan Sang Permaisuri akan mengakibatkan bencana bagi negri, atau lainnya?
Beribu‐ribu citra satelit yang diprint dan diserahkan ke Pangeran, bahkan pelacak sinyal, pelacak suara, tidak
memperlihatkan ada tanda‐tanda yang dapat menunjukkan dimana keberadaan Sang Permaisuri. Pangeran juga
memerintahkan kepada seluruh prajuritnya untuk menyisiri sawah, ladang, sungai, dan bahkan hutan, dan berangkat
lengkap dengan peralatan yang canggih dan perbekalan yang sangat cukup. Bahkan banyak yang membawa sejata terbaru,
senjata otomatis, peta, telepon satelit, atau, alat‐alat penyadap getar.
Sang Permaisuri mulai terkenang dengan wajah Pangeran yang dicintai, diingiringi rasa yang tidak menentu. Hari makin
gelap, Permaisuri semakin ketakutan, sedih, yang teringat hanyalah wajah Pangeran, kata‐katanya. Malam itu, Permaisuri
selalu membayangkan wajah Pangeran yang sangat dicintainya. Kapankah Pangeran akan menjemputnya. Pakaian
permaisuri menjadi kotor, karena kondisi gua yang sangat kotor. Sesekali terdengar bunyi jangkrik yang membuat
Permaisuri takut, juga sesekali kelelawar terbang sambil bersuara yang menakutkan. Permaisuri menangis dan menangis
tiada henti. Permaisuri mulai kedinginan dengan lapar yang juga mulai mengusiknya. Permaisuri pun mulai tidak berdaya
dan mengantuk dan mulai tertidur.
Dari Istana, Pangeran membuat pengumuman kepada seluruh penjuru negeri untuk mencari Permaisuri, barang siapa yang
menemukannya akan mendapat hadiah emas dan jabatan yang banyak dari Kerajaan. Dan mulailah seluruh negeri masuk ke
dalam hutan, tidak terkecuali mereka yang kebetulan tinggal di dekat hutan, mereka mengerahkan seluruh kekuatan dan
kemampuan mereka untuk menemukan Permaisuri yang sangat mereka cintai, Permaisuri yang ramah dan baik hati, yang
menyanyangi mereka – bahkan siapapun mereka. Permaisuri yang juga sangat halus budi pekertinya, cerdas dan pintar,
dengan wajahnya yang sangat cantik dan dengan senyumnya yang khas. Permaisuri yang berjalan saja sudah membuat
bumi bergetar, dan dengan kecantikan kakinya saja tidak ada satupun di bumi ini yang mampu menandinginnya, apalagi
keelokan wajahnya.
Permaisuri mulai terlelap dan tertidur nyenyak. Dan pada pertengahan malam, pada saat Permaisuri tidur, Permaisuri
bermimpi tentang Pangeran yang membacakan sebuah surat yang sangat disenanginya, yang dibungkusnya dengan sebuah
saputangan indah yang terbuat dari cahaya, dan dibungkus dalam sebuah tempat khusus yang juga terbuat dari cahaya
yang sangat indah. Terlihat dalam mimpi itu, Pangeran membacakan surat tersebut, surat yang dibuatnya khusus untuk
Sang Pangeran. Muka Permaisuri terlihat ceria dan berkaca‐kaca. Sang Pangeran membacakannya dengan lembut dan
sepenuh hati dan membacakannya berulang‐ulang sampai memahami apa sesungguhnya makna dari surat itu. Permaisuri
sangat gembira bercampur sedih. Sebuah cinta yang sesungguhnya yang dirasakannya dalam mimpinya itu. Permaisuri
mengeluarkan air mata dan menangis gembira menunjukkan kebahagiaan yang tiada tara.”
Permaisuri pun terbangun, dan tersadar bahwa ia sedang bermimpi. Sambil diusapnya air matanya, Permasuri kemudian
menjadi sangat sedih dan menangis tersedu karena sesungguhnya ia sedang diculik oleh raksasa jahat.
Pangeran membuat maklumat kepada seluruh rakyatnya,
“Barang siapa yang dapat membantunya menemukan Permaisuri akan diberikan hadiah yang sangat banyak oleh
Kerajaan, dan termasuk kerajaan akan menghadiahkan jabatan‐jabatan penting yang akan ditentukan nanti oleh
Kerajaan”.
Pangeran pun berdoa, agar Permaisuri dapat diberikan keselamatan, dan ditemukan dalam keadaan sehat walafiat.
Pangeran berdoa agar raksasa itu tidak melukainya, dan berdoa agar raksasa itu dihukum mati dengan siksaan yang keras,
karena menculik Permaisuri yang Maha Cantik.
Nah, siapakah yang bersedia dengan ikhlas untuk menolong Pangeran mencari Sang Permasuri dan mengembalikannya ke
Istana? Salam.
‐m

titipan

ni bukan tulisan saya, hanya berusaha menyebarkan…

saya tidak mampu mbuat karya tulisan…

17th ISM-IJFF 2008: Today’s Researcher, Tomorrow’s Leader


Rainy summer of Japan did not hinder Indonesian students around Japan to gather and present their academic works in the 17th Indonesian Students’ Scientific Meeting and Indonesia-Japan Friendship Forum (ISM-IJFF) 2008 at Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), organized by Indonesian Student Association in Japan (PPI) chapter Kanto in-cooperation with the Embassy of the Republic of Indonesia in Japan (KBRI). More than a hundred research abstracts had been submitted, with various topics start from applied sciences, life sciences, medical sciences, natural sciences, to social sciences.

On the first day of the ISM, numerous activities were arranged, start from dozens of presentations of research projects from fellow Indonesian students and researchers around Japan , and lectures from professors, professionals, and government officials both from Japan and Indonesia . The 17th ISM started with opening ceremony marked by report from the Chairperson of ISM-IJFF 2008, Muhammad Sahlan, and speech from the Chairperson of PPI, Deddy Nur Zaman, President of TUAT, Prof. Hidefumi Kobatake, and Indonesian Ambassador, Dr. Jusuf Anwar. The program continued with IJFF. In this session, Dr. Edison Munaf, attaché of education of KBRI, gave a presentation about education system in Indonesia . This year, in commemoration of 50 years of golden friendship between Indonesia and Japan , various cooperations especially in academic fields are also established. As the manifestation of IJFF, TUAT as one of universities in Japan which focuses on agriculture and technology and University of Gadjah Mada (UGM), one of leading universities in Indonesia , established a MoU to strengthen academic and research cooperation between two universities. TUAT side was represented by Prof. Hidefumi Kobatake, while UGM were represented by Prof. Retno. S. Soedibyo, vice president of research of UGM, who also gave presentation about UGM’s profile.

After lunch, the second session of IJF resumed with lectures about Indonesia-Japan relationship from former Japanese Ambassador to Indonesia , Mr. Sumio Edamura and Indonesian Ambassador Dr. Jusuf Anwar. Ambassador Sumio Edamura delivered a lecture about the comparison and similarities between Indonesian and Japanese language and culture, While Ambassador Jusuf Anwar emphasized more on political and economic relationship, especially after the signing of EPA.

At the night, first day of ISM was closed by general meeting of PPI and workshop from Association of Indonesian Alumni from Japan (PERSADA).

Second day of the ISM discussed another important issue which has drawn many attentions from global community, including Indonesia and Japan , energy availability. Two forum sessions titled “Indonesian Biomass for Energy Alternative” discussed current issues about energy from Indonesian and Japanese perspectives. These two sessions were moderated by Prof. Wuled Lenggoro from TUAT. In first forum session, Dr. Unggul Prayitno from Board of Research and Application of Technology (BPPT),

Mr. Yoshinori Satake from METI, and Prof. Masayuki Horio from Waseda University gave lectures about current energy condition in Indonesia and Japan and the need of new perspectives to tackle this issue. Second forum session resumed with lectures from Dr. Arif Yudiarto from BPPT, Mr. Issei Sawa from Mitsubishi, and Mr. Pria Indira from Indonesian state oil and gas company (Pertamina), which discussed about current policies for energy alternative and also strategies for future, both from government and industry perspectives.

Finally the 17th ISM-IJFF ’08 was closed by Prof. Wuled Lenggoro with great applause from the audiences. He expressed his appreciation for this event and hoped that ISM will be a sustainable forum for Indonesian students and researchers in Japan to present, share, and exchange their ideas for Indonesia ’s development. Will the next ISM repeat this success? We’ll see later!

(Iqra Anugrah, 2nd Year student of College of Asia Pacific Studies Ritsumeikan APU )

let’s green guys

Seberapa Seriuskah

Global Warming??

orang Amerika akan menghemat

1,5 ton emisi rumah kaca setiap

tahunnya!

Seorang vegetarian yang

mengendarai SUV Hummer masih

lebih bersahabat dengan

lingkungan daripada seorang pemakan

daging yang mengendarai

sepeda!

(2) Batasilah emisi karbon

dioksida!

Bila memungkinkan, carilah

sumber-sumber energi alternatif yang

tidak menghasilkan emisi CO2 seperti

tenaga matahari, air, angin, nuklir, dan

lain-lain.

Bila terpaksa harus menggunakan

bahan bakar fosil (yang mana akan

menghasilkan emisi CO2), gunakanlah

dengan bijak dan efisien. Hal ini termasuk

menghemat listrik dan energi,

apalagi Indonesia termasuk negara

yang banyak menggunakan bahan bakar

fosil (minyak, batubara) untuk

pembangkit listriknya.

Matikanlah peralatan listrik ketika

tidak digunakan, gunakan lampu

hemat energi, dan gunakanlah panel

surya sebagai energi alternatif.

(3) Tanamlah lebih banyak

pohon!

Tanaman hijau menyerap CO2

dari atmosfer dan menyimpannya

dalam jaringannya. Tetapi setelah mati

mereka akan melepaskan kembali CO2

ke udara. Lingkungan dengan banyak

tanaman akan mengikat CO2 dengan

baik, dan harus dipertahankan oleh

generasi mendatang. Jika tidak, maka

karbon yang sudah tersimpan dalam

tanaman akan kembali terlepas ke atmosfer

sebagai CO2.

“Siapakah diantara kalian yang melakukan 1500 keburukan dalam sehari ?”

“Siapakah diantara kalian yang melakukan 1500 keburukan dalam sehari ?”

Allah Ta’ala berfirman,

“Man Jaa-a bil hasanati falaHuu ‘asyru amtsaaliHaa” yang artinya “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya” (QS Al An’am : 160)

Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang berniat melakukan kebaikan dan ia belum melakukannya, maka Allah mencatatnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Jika ia berniat melakukan kebaikan lalu melakukannya maka Allah mencatatnya di sisi-Nya 10 kebaikan hingga 700 kali lipat, bahkan hingga berkali – kali lipat banyaknya. Jika ia berniat melakukan keburukan dan belum melakukannya, maka Allah mencatatnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Dan jika ia berniat melakukan keburukan lalu mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu keburukan” (HR. Al Bukhari no. 6126, Muslim no. 131, Ahmad I/130 dan lainnya)

Dan perbuatan baik akan menutup perbuatan yang buruk. Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah ra., bahwasannya Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda, “ … wa atbi’is sayyi-atal hasanata tamhuHaa …” yang artinya “ … iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik maka kebaikan itu akan menghapuskan keburukan itu …” (HR. At Tirmidzi no. 1978, Ahmad V/153 dan lainnya, hadits ini dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahiihul Jaami’ no. 97)

Maka mohon ampunlah kepada Allah Ta’ala jika melakukan suatu keburukan serta iringilah dengan perbuatan baik setelahnya yang akan menghapus keburukan tersebut. Dan dari penjelasan di atas maka dapat diambil suatu pelajaran bahwa sebuah kebaikan dapat menghapus 10 keburukan karena sebuah kebaikan dilipatgandakan pahalanya hingga 10 kali, 700 kali bahkan berlipat – lipat kali banyaknya.

Rasulullah ShallallaHu alaiHi wa sallam bersabda,

“Kalian bertakbir di akhir setiap shalat sebanyak sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali dan bertasbih sepuluh kali, maka itu menjadi 150 pada lisan dan (bernilai) 1500 dalam timbangan”, kemudian beliau melanjutkan,

“Ayyukum yaf’alu fil yaumil waahidi alfan wa khamsa mi-atin sayyi-ah ?” yang artinya “Siapakah diantara kalian yang melakukan 1500 keburukan dalam sehari ?” (HR. Abu Dawud no. 5065, At Tirmidzi no. 3410, Ibnu Majah no. 926 dan lainnya, hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam Al Ihsaan no. 2012)

Maraji’
Penjelasan Hadits Arba’in, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Pustaka Al Inabah, Bogor, Cetakan Pertama, Dzulhijjah 1426 H/Januari 2006 M.

MURNIKAN TAUHID, TEGAKAN SUNNAH
Dari Abu Dzar ra., Rasulullah SAW bersabda, “Jibril berkata kepadaku, ‘Barangsiapa diantara umatmu yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka pasti dia masuk surga’” (HR. Bukhari) [Hadits ini terdapat pada Kitab Shahih Bukhari]

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!